HANTAM NEWS: Padang
Tampilkan postingan dengan label Padang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Padang. Tampilkan semua postingan

Kamis, 19 Februari 2026

*Komitmen Keselamatan Publik, KAI Dukung Rencana Pembangunan Jalur Penyelamat di Tanah Datar*

 


HANTAMNEWS, Padang, (SUMBAR)|- Dalam rangka mendukung peningkatan keselamatan transportasi dan mitigasi risiko kecelakaan lalu lintas di Provinsi Sumatera Barat, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divre II Sumatera Barat mendukung rencana pembangunan jalur penyelamat (escape ramp) yang direncanakan berada di lahan milik KAI pada KM 79+200 s.d. KM 79+325 yang beralamat di Jl. Raya Padang Panjang Bukit Tinggi, Nagari Panyalaian, Kecamatan X Koto, Kab. Tanah Datar kawasan Panyalaian, Tanah Datar, Sumatera Barat.


Dukungan ini merupakan wujud komitmen KAI dalam mendukung program pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan guna meningkatkan aspek keselamatan transportasi, khususnya pada titik-titik rawan kecelakaan. KAI memandang bahwa keselamatan merupakan prioritas utama, tidak hanya dalam operasional perkeretaapian, tetapi juga sebagai bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan terhadap masyarakat dan lingkungan sekitar.


“Prinsipnya KAI mendukung setiap upaya yang bertujuan untuk meningkatkan keselamatan publik, sepanjang tetap memperhatikan aspek keselamatan dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” ujar Kepala Humas KAI Divre II Sumatera Barat, Reza Shahab saat tinjauan lokasi jalur penyelamat, Kamis (19/2).


Dalam tinjauan tersebut dihadiri oleh Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade, COO Danantara, Dony Oskaria, Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, Bupati Tanah Tanar, Eka Putra, Direktur Utama PT KAI (Persero) Bobby Rasyidin, Direktur Bisnis dan Pengembangan Usaha PT KAI (Persero), Rafli Yandra, Direktur Perencanaan Strategi dan Manajemen Risiko PT KAI (Persero), Wilman Hatoguan Marudut Sidjabat, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Sumatera Barat, Dedy Diantolani beserta perwakilan stakeholder lainnya.


KAI berkomitmen untuk berperan aktif dalam mendukung peningkatan keselamatan transportasi. Rencana pembangunan jalur penyelamat ini merupakan langkah positif dalam meminimalisir risiko kecelakaan, dan KAI siap berkoordinasi secara intensif dengan pihak-pihak terkait,” kata Reza.


Lebih lanjut disampaikan bahwa terkait mekanisme pemanfaatan lahan milik KAI tersebut saat ini masih dalam tahap pembahasan dan koordinasi dengan instansi terkait. Proses tersebut mencakup kajian teknis, aspek keselamatan operasional kereta api, serta mekanisme administrasi sesuai dengan ketentuan yang berlaku di lingkungan KAI.


KAI memastikan bahwa setiap bentuk pemanfaatan aset perusahaan akan dilakukan secara profesional, transparan, dan mengedepankan prinsip tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance).


“Melalui dukungan ini, kami berharap sinergi antarinstansi dapat terus terjalin dengan baik, sehingga upaya peningkatan keselamatan transportasi di Sumatera Barat dapat terealisasi secara optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas,” tutup Reza.


Salam,

Kepala Humas KAI Divre II Sumbar

Reza Shahab

Selasa, 17 Februari 2026

*Semarak Imlek 2577 Kongzili, KAI Divre II Sumbar Apresiasi Pelanggan dengan Souvenir dan Nuansa Kebahagiaan di Stasiun serta Kereta*

 


HANTAMNEWS, Padang, (SUMBAR)|- Dalam rangka menyambut Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili yang bertepatan dengan periode libur panjang 14–17 Februari 2026, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat menghadirkan suasana kebahgiaan yang hangat dan penuh kebersamaan bagi para pelanggan setia.


Sebagai bentuk apresiasi, KAI Divre II Sumbar membagikan souvenir menarik kepada pelanggan di stasiun Padang dan di atas kereta api. Selain itu, suasana stasiun dan kereta turut dipercantik dengan ornamen khas Imlek bernuansa merah dan emas yang melambangkan keberuntungan dan kebahagiaan. Para petugas frontline juga mengenakan dresscode bertema Imlek untuk menambah semarak dan memberikan pengalaman perjalanan yang lebih berkesan.


Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab menyampaikan bahwa momentum Imlek menjadi kesempatan bagi KAI untuk semakin mendekatkan diri dengan pelanggan.

“Melalui pembagian souvenir, pemasangan ornamen Imlek, serta dresscode khusus bagi para frontliner, kami ingin menghadirkan suasana perjalanan yang tidak hanya aman dan nyaman, tetapi juga penuh kehangatan dan kebahagiaan. Ini merupakan bentuk apresiasi kami kepada para pelanggan yang telah mempercayakan perjalanan kepada KAI,” ujar Reza.


Selama periode 14–17 Februari 2026, KAI Divre II Sumbar mengoperasikan total 112 perjalanan KA lokal dengan kapasitas 31.168 tempat duduk, atau rata-rata 7.792 kursi per hari. Hingga 17 Februari 2026, sebanyak 30. 896 tiket telah terjual atau setara dengan 99,2 persen dari total kapasitas tempat duduk yang disediakan.


KAI mengimbau masyarakat yang berencana bepergian untuk segera melakukan pemesanan tiket melalui aplikasi Access by KAI maupun kanal resmi lainnya. Untuk pembelian langsung (go-show), tiket dapat diperoleh di loket stasiun mulai tiga jam sebelum jadwal keberangkatan.


KAI Divre II Sumbar berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan terbaik dengan mengutamakan keselamatan, keamanan, kenyamanan, serta ketepatan waktu perjalanan selama masa libur Imlek ini.

Informasi lebih lanjut terkait jadwal perjalanan dan layanan pelanggan dapat diperoleh melalui:

Media Sosial: @KAI121

Email: cs@kai.id

WhatsApp: 0811-1211-1121


Salam,

Kepala Humas KAI Divre II Sumbar

Reza Shahab

Minggu, 15 Februari 2026

*Libur Imlek 2577 Kongzili, 16.531 Kursi KA Lokal Divre II Sumbar Masih Tersedia*

 


HANTAMNEWS, Padang, (SUMBAR)|- Dalam rangka menyambut libur panjang Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili yang berlangsung pada 14–17 Februari 2026, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat menyediakan total 112 perjalanan kereta api lokal untuk melayani mobilitas masyarakat di wilayah Sumbar.


Selama periode tersebut, kapasitas angkut yang disiapkan mencapai 31.168 tempat duduk, dengan rata-rata 28 perjalanan setiap hari atau sekitar 7.792 kursi per hari. Hingga Sabtu (14/2), sebanyak 14.637 tiket telah terjual dan masih tersedia 16.531 kursi yang dapat dimanfaatkan masyarakat.


Kepala Humas Divre II Sumbar, Reza Shahab menyampaikan bahwa angka penjualan tersebut masih bersifat dinamis seiring proses transaksi yang terus berlangsung. KAI mengimbau pelanggan untuk segera melakukan pemesanan agar dapat merencanakan perjalanan dengan lebih nyaman dan terjamin.

Pemesanan tiket KA Lokal dapat dilakukan melalui aplikasi Access by KAI maupun kanal resmi lainnya. Sementara itu, pembelian langsung di loket stasiun dilayani mulai tiga jam sebelum jadwal keberangkatan (go-show).


KAI Divre II Sumbar terus memastikan seluruh layanan berjalan optimal selama masa angkutan liburan ini, dengan mengedepankan aspek keselamatan, kenyamanan, dan ketepatan waktu demi memberikan pengalaman perjalanan terbaik bagi pelanggan.


Informasi lebih lanjut terkait jadwal perjalanan maupun layanan pelanggan dapat diperoleh melalui:

Media Sosial: @KAI121

Email: cs@kai.id

WhatsApp: 0811-1211-1121


Salam,

Kepala Humas KAI Divre II Sumbar

M. Reza Fahlepim

Jumat, 13 Februari 2026

*Pastikan Layanan Prima dan Operasional Aman, KAI Divre II Sumbar Lakukan Inspeksi Keselamatan Lebaran 2026*

 


HANTAMNEWS, Dalam rangka menjamin keamanan dan keselamatan operasional perkeretaapian pada masa Angkutan Lebaran 2026, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat bersama Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) melaksanakan Inspeksi Keselamatan Perkeretaapian di wilayah Divre II Sumbar.


Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud komitmen KAI dalam menghadirkan layanan transportasi yang menempatkan keselamatan sebagai prioritas utama, sekaligus langkah preventif untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat Sumatera Barat yang akan menggunakan kereta api pada periode Angkutan Lebaran.


Pelaksanaan inspeksi mengacu pada Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 48 Tahun 2015 tentang Standar Pelayanan Minimum Angkutan Orang dengan Kereta Api. Tim DJKA bersama tim internal KAI melakukan pemantauan secara intensif di lintas operasional dan stasiun wilayah Divre II Sumatera Barat guna memastikan seluruh aspek keselamatan, kesehatan, serta fasilitas pelayanan penumpang berada dalam kondisi optimal dan sesuai ketentuan.

Pemeriksaan dilakukan secara komprehensif terhadap fasilitas stasiun, fasilitas di dalam kereta api, serta sejumlah titik prasarana. Pada fasilitas stasiun, pengecekan meliputi ketersediaan dan kelayakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR), jalur evakuasi, fasilitas kesehatan seperti kotak P3K, kursi roda dan pos kesehatan, sistem CCTV, ruang tunggu, toilet, musala, serta informasi jadwal perjalanan dan ketersediaan tempat duduk.


Sementara itu, pada fasilitas di dalam kereta api dilakukan pemeriksaan terhadap fungsi rem darurat, pemecah kaca, kebersihan toilet, suhu pendingin ruangan (AC), fasilitas bagi penyandang disabilitas, lampu penerangan, serta kelengkapan informasi nomor kontak kondektur dan petugas keamanan yang bertugas.


Adapun pemeriksaan pada aspek prasarana mencakup validitas sertifikasi dan kompetensi petugas, kondisi rel, wesel, bantalan, sistem drainase, jembatan, hingga fasilitas pelayanan seperti peron.


Inspeksi yang berlangsung selama dua hari, Rabu hingga Kamis (11–12/2), ini merupakan langkah strategis untuk memastikan kesiapan operasional dalam menghadapi potensi peningkatan volume penumpang pada masa Angkutan Lebaran. Pada saat pembukaan, Tim DJKA memaparkan teknis pelaksanaan inspeksi yang meliputi aspek prasarana, sarana, sumber daya manusia, serta prosedur operasional, kemudian dilanjutkan dengan diskusi guna memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan tertib dan efektif.


Reza menegaskan bahwa keselamatan merupakan fondasi utama dalam operasional perkeretaapian. Melalui inspeksi ini, KAI Divre II Sumbar memastikan seluruh aspek, baik SDM, sarana, maupun prasarana, dalam kondisi siap dan memenuhi standar keselamatan yang ditetapkan regulator, sehingga masyarakat dapat menggunakan kereta api dengan aman dan nyaman.


“Kami terus melakukan evaluasi dan peningkatan secara berkelanjutan guna menjaga keandalan layanan,” ujar Reza.


KAI Divre II Sumbar berkomitmen menyediakan moda transportasi yang mengutamakan keselamatan, keamanan, kenyamanan, serta ketepatan waktu. Dengan persiapan yang matang, diharapkan masyarakat dapat menjalankan tradisi mudik Lebaran 2026 dengan tenang dan aman, sejalan dengan semangat “Semakin Melayani”.


“Melalui kegiatan ini, kami berharap seluruh aspek keselamatan operasional di wilayah Divre II Sumbar dapat terverifikasi dan terus ditingkatkan secara optimal, sehingga penyelenggaraan Angkutan Lebaran 2026 dapat berlangsung dengan aman, selamat, tertib, dan andal,” tutup Reza.

*KAI Divre II Sumbar Sediakan 31.168 Tempat Duduk untuk Libur Tahun Baru Imlek*

 


HANTAMNEWS, Padang, (SUMBAR)|- Menyambut libur panjang akhir pekan sekaligus dalam rangka mengakomodir kebutuhan mobilitas masyarakat dalam menyambut Tahun Baru Imlek 2026 atau 2577 Kongzili yang jatuh pada Selasa, 17 Februari mendatang, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat menyiapkan total 31.168 tempat duduk atau rata-rata 7.792 tempat duduk per hari untuk perjalanan kereta api pada periode 14–17 Februari 2026.


Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab, menyampaikan bahwa KAI menghadirkan tiga layanan kereta api lokal untuk mendukung mobilitas masyarakat Sumatera Barat, yaitu KA Minangkabau Ekspres relasi Pulau Aei - BIM, KA Pariaman Ekspres relasi Pauhlima-Naras dan KA Lembah Anai relasi Kayutanam - Padang.


KA Pariaman Ekspres yang beroperasi sebanyak 10 perjalanan dalam sehari ini melayani rute Pauh Lima–Padang–Pariaman-Naras. Dengan harga tiket sebesar Rp5.000. Kereta ini menjadi pilihan favorit wisatawan dan masyarakat lokal untuk mengunjungi Pantai Gandoriah di Pariaman

KA Minangkabau Ekspres beroperasi sebanyak 12 perjalanan dalam sehari ini melintasi rute BIM–Stasiun Pulau Aie. Dengan harga tiket Rp. 10.000,-. Tak hanya mendukung konektivitas, layanan ini juga menawarkan pengalaman wisata yang edukatif dan ramah pelajar melalui program tiket rombongan edukatif.


KA Lembah Anai beroperasi sebanyak 6 perjalanan melayani rute Kayu Tanam–Padang. Pengguna jasa kereta api ini dapat menikmati pemandangan alam yang asri sepanjang perjalanan.


“Kehadiran ketiga layanan kereta api ini tidak hanya meningkatkan aksesibilitas masyarakat Provinsi Sumatera Barat, tetapi juga berkontribusi dalam pengembangan pariwisata dan perekonomian lokal” ujar Reza.


Reza menambahkan dengan tarif yang terjangkau dan fasilitas yang memadai, kereta api menjadi moda transportasi pilihan bagi wisatawan dan masyarakat untuk menjelajahi keindahan alam dan budaya Minangkabau.


“Untuk mempermudah pengguna jasa kereta api, tiket kereta api Lokal dapat dipesan melalui aplikasi Access by KAI. Penjualan tiket kereta api akan dilakukan secara bertahap sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan yaitu H-7 keberangkatan” imbuhnya.


Reza mengingatkan kembali agar pelanggan membeli tiket hanya melalui aplikasi Access by KAI untuk menghindari modus penipuan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.


Dengan keandalan jadwal keberangkatan dan kedatangan, KAI memastikan bahwa setiap pelanggan dapat menikmati perjalanan yang aman, tertib, dan menyenangkan.


“KAI berkomitmen untuk terus meningkatkan layanan angkutan penumpang, baik dari sisi ketepatan waktu, kenyamanan, maupun keselamatan. Kami juga akan terus menyesuaikan kapasitas dan pola operasi untuk menjawab dinamika kebutuhan mobilitas masyarakat, terutama pada momen-momen dengan permintaan tinggi seperti long weekend ini,” tutup Reza.


Untuk informasi lebih lanjut mengenai jadwal perjalanan KA serta pengembalian tiket, pelanggan dapat menghubungi:

Media Sosial: @KAI121

Email: cs@kai.id

WhatsApp KAI121: 0811-1211-1121


Salam,

Reza Shahab  

Kepala Humas KAI Divre II Sumbar

Minggu, 08 Februari 2026

*Pastikan Perjalanan Aman Jelang Lebaran, KAI Divre II Sumbar Intensifkan Perawatan Sarana*

 


HANTAMNEWS, Padang, (SUMBAR)|- Menjelang Angkutan Idul Fitri 1447 H, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat terus memastikan kesiapan operasional layanan kereta api melalui peningkatan perawatan sarana perkeretaapian. Upaya ini dilakukan guna menjamin kelancaran perjalanan kereta api di wilayah Divre II Sumbar selama masa angkutan Lebaran. Balaiyasa Padang, Depo Lokomotif Padang, Depo Kereta Padang, serta Depo Gerbong Kelas B Bukit Putus memiliki peran strategis dalam menjaga keandalan lokomotif, kereta, dan gerbong melalui program perawatan berkala.


“Balaiyasa Padang, Depo Lokomotif dan Depo Kereta Padang, serta Depo Gerbong Kelas B Bukit Putus memiliki kontribusi besar dalam memastikan kesiapan sarana operasional kereta api. Seluruh perawatan dilakukan secara rutin agar keandalan armada tetap terjaga dan operasional berjalan lancar di wilayah Divre II Sumbar,” ujar Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab.

Sebagai bagian dari upaya peningkatan mutu layanan, KAI Divre II Sumbar secara konsisten menerapkan sejumlah langkah strategis dan inovatif, antara lain:

- Pemeliharaan Preventif, yakni perawatan rutin yang dilakukan sebelum sarana dioperasikan agar kondisi lokomotif dan kereta selalu prima.

Pengembangan Kompetensi SDM, melalui pelatihan berkelanjutan serta sertifikasi teknisi perawatan guna memastikan standar kerja yang profesional.

Pemanfaatan Teknologi Digital, dengan penggunaan aplikasi mobile dan dashboard berbasis web untuk memantau jadwal serta progres perawatan secara terintegrasi.


Reza menjelaskan bahwa seluruh perawatan periodik dilaksanakan sesuai dengan rencana dan jadwal yang telah ditetapkan. Dengan perencanaan tersebut, diharapkan setiap sarana siap beroperasi secara optimal dan dapat melayani pelanggan tanpa hambatan teknis.


“Perawatan sarana tidak semata-mata bertujuan menjaga keandalan operasional, tetapi juga menjadi elemen penting dalam menjamin keselamatan perjalanan kereta api. Sarana yang dirawat sesuai standar akan mengurangi potensi gangguan teknis selama perjalanan, sehingga masyarakat dapat bepergian dengan aman dan nyaman karena aspek keselamatan selalu menjadi prioritas utama KAI Divre II Sumbar,” tambah Reza.


“Keselamatan merupakan prinsip yang tidak dapat ditawar dalam layanan perkeretaapian. Oleh sebab itu, setiap proses perawatan, pemeriksaan, hingga rampcheck dilaksanakan secara ketat agar seluruh armada dinyatakan layak operasi dan memenuhi standar keselamatan yang berlaku,” ungkap Reza.


Selain perawatan rutin, manajemen KAI Divre II Sumbar juga melakukan inspeksi langsung ke sejumlah titik operasional, seperti emplasemen Stasiun Padang, Depo Lokomotif Padang, Depo Kereta Padang, serta lokasi stabling lainnya. Pemeriksaan meliputi aspek kebersihan sarana, kondisi sistem pendingin udara, hingga kelengkapan peralatan keselamatan seperti palu pemecah kaca darurat dan Alat Pemadam Api Ringan (APAR).


Dalam menunjang optimalisasi perawatan, Divre II Sumbar turut melengkapi sarana dengan fasilitas darurat, salah satunya rerailing jack equipment yang digunakan untuk evakuasi sarana apabila terjadi anjlokan. Digitalisasi juga terus dikembangkan, antara lain melalui pemasangan dashboard pemantauan real-time di depo serta penerapan checksheet digital dalam proses pemeriksaan sarana.


Berbagai peningkatan fasilitas depo juga dilakukan secara bertahap, di antaranya:

• Normalisasi dimensi balok tumpuan untuk penggunaan rerailing jack equipment agar proses evakuasi lebih efektif dan efisien.

• Peningkatan kualitas peralatan otomatis (electric) serta pelaksanaan kalibrasi alat ukur secara berkala guna memastikan akurasi dan standar perawatan tetap terjaga.


“Melalui berbagai langkah tersebut, PT KAI Divre II Sumbar berkomitmen untuk terus menjaga keselamatan, kenyamanan, dan kelancaran perjalanan kereta api, khususnya dalam menghadapi masa libur Idul Fitri 1447 H,” pungkas Reza.


“Kami ingin memastikan setiap perjalanan kereta api tidak hanya aman, tetapi juga memberikan tingkat kenyamanan terbaik bagi pelanggan. Perawatan yang kami lakukan bukan sekadar memenuhi ketentuan teknis, melainkan sebagai wujud tanggung jawab dan kepedulian KAI Divre II Sumbar terhadap kepercayaan masyarakat yang menjadikan kereta api sebagai moda transportasi andalan,” tutup Reza.


Salam 

Reza Shahab

Kepala Humas KAI Divre II Sumbar

Kamis, 05 Februari 2026

*Tingkatkan Keselamatan, KAI Divre II Sumbar Upayakan Penutupan Perlintasan Sebidang Liar Bukit Putus–Indarung*

 


HANTAMNEWS, Padang, (SUMBAR)|- Sebagai bentuk komitmen dalam meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api dan pengguna jalan, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat (KAI Divre II Sumbar) melakukan upaya penutupan perlintasan sebidang liar yang berada di KM 4+400/500 petak Bukit Putus–Indarung, Rabu (4/2).


Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab menyampaikan bahwa perlintasan liar dengan lebar sekitar ±2 meter tersebut selama ini digunakan oleh pejalan kaki dan dinilai berpotensi membahayakan keselamatan, baik bagi masyarakat maupun operasional perjalanan kereta api.


“Langkah ini dilakukan sesuai dengan hasil kesepakatan sebelumnya dengan warga setempat dan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 94 Tahun 2018 tentang Peningkatan Keselamatan di Perlintasan Sebidang Jalur Kereta Api” ujar Reza.


Dalam regulasi tersebut ditegaskan bahwa setiap perlintasan sebidang harus dikelola sesuai kelas jalan dan kewenangan pemerintah terkait, kemudian dilakukan evaluasi untuk peningkatan keselamatan melalui pemasangan palang pintu beserta petugas penjaga atau penutupan perlintasan.


Kegiatan upaya penutupan ini dihadiri oleh perwakilan Balai Teknik Perkeretaapian Kelas II Padang, Dinas Perhubungan Kota Padang, KAI Divre II Sumbar, PT Jasa Raharja Kantor Wilayah Sumatera Barat, Lurah Kampung Juar, RW 04 Kampung Juar, RT 01/RW 04 Kampung Juar, serta tokoh masyarakat setempat.


Namun demikian, pelaksanaan penutupan perlintasan tersebut ditunda sementara menyusul adanya permohonan dari warga setempat agar penutupan tidak segera dilakukan. Selanjutnya, dilakukan mediasi antara seluruh pihak yang hadir.


Dari hasil mediasi tersebut disepakati bahwa pada prinsipnya seluruh peserta rapat menyetujui penutupan perlintasan sebidang di KM 4+400/500 petak Bukit Putus–Indarung demi keselamatan dan keamanan perjalanan kereta api serta pengguna jalan. Apabila dalam waktu satu minggu sejak surat disampaikan, yakni hingga 11 Februari 2026, belum terdapat surat permohonan resmi dari Pemerintah Daerah, maka akan dilakukan penyempitan perlintasan sebidang tersebut.


Selanjutnya, apabila dalam jangka waktu satu bulan proses pembuatan akses jalan alternatif belum diselesaikan oleh pihak warga dan pengembang perumahan setempat, maka perlintasan sebidang tersebut akan dilakukan penutupan secara permanen. Selama masa penundaan penutupan, warga setempat melalui swadaya masyarakat bersedia melakukan penjagaan perlintasan selama 24 jam dan bertanggung jawab apabila terjadi kecelakaan di lokasi tersebut.


“Dalam upaya peningkatan keselamatan, KAI Divre II Sumbar terus berkoordinasi dengan para pemangku kepentingan terkait guna menutup perlintasan liar yang berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan dan perjalanan kereta api,” Kata Reza.


KAI Divre II Sumbar berkoordinasi dengan pemangku wilayah serta warga setempat untuk memastikan pemahaman dan dukungan terhadap penutupan perlintasan ini.


“KAI mengimbau masyarakat agar selalu menggunakan perlintasan resmi yang telah dilengkapi fasilitas keselamatan serta tidak membuka atau menggunakan perlintasan liar yang dapat membahayakan keselamatan bersama,” tutup Reza.

*Awali 2026, KAI Divre II Sumbar Sabet Tiga Penghargaan Nasional*

 


HANTAMNEWS, padang, (SUMBAR)|- Mengawali tahun 2026, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat meraih sejumlah penghargaan nasional KAI Group sebagai bentuk apresiasi atas kinerja dan komitmen seluruh insan KAI. Penghargaan tersebut diberikan langsung oleh Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin kepada Kepala Divre II Sumatera Barat, Muh. Tri Setyawan dalam rangkaian Rapat Kerja PT KAI Tahun 2026 yang berlangsung di Bandung pada 2–4 Februari 2026.


Pada ajang Culture Award 2026, KAI Divre II Sumbar dinobatkan sebagai Divisi Regional Terbaik Kategori Daop/Divre. Penghargaan ini diberikan kepada Daop/Divre yang dinilai unggul dalam penerapan budaya perusahaan berdasarkan sejumlah indikator, antara lain implementasi program budaya tahun 2025, tingkat kepatuhan, Safety Performance Index, hasil Culture Fest 2025, survei CITAR, serta survei Culture Journey.


Selain penghargaan budaya perusahaan, KAI Divre II Sumbar juga meraih Juara III Penghargaan Keselamatan Operasional Tahun 2025 Kategori Daop/Divre dan Juara III Penghargaan Keamanan Operasional Tahun 2025 Kategori Daop/Divre. Capaian ini mencerminkan konsistensi KAI Divre II Sumbar dalam menjaga aspek keselamatan dan keamanan operasional perjalanan kereta api.


Kepala KAI Divre II Sumatera Barat, Muh. Tri Setyawan, menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran atas dedikasi dan kontribusi yang telah diberikan dalam mendukung pencapaian tersebut.

“Penghargaan ini merupakan hasil kerja kolektif seluruh insan KAI Divre II Sumatera Barat yang senantiasa menjunjung tinggi budaya perusahaan, keselamatan, dan keamanan operasional. Saya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas komitmen dan integritas yang terus ditunjukkan oleh seluruh jajaran,” ujar Tri.


Ia menegaskan bahwa capaian ini menjadi dorongan untuk terus meningkatkan kinerja dan kualitas pelayanan kepada masyarakat.


“Prestasi ini bukan tujuan akhir, melainkan motivasi untuk terus berbenah. Kami akan terus mengimplementasikan Karakter Insan KAI (CITAR), memperkuat budaya keselamatan, serta memberikan pelayanan terbaik bagi pelanggan dan masyarakat,” tambahnya.


Sementara itu, Kepala Humas KAI Divre II Sumatera Barat, Reza Shahab mengatakan bahwa penghargaan ini merupakan wujud nyata komitmen KAI dalam membangun kepercayaan publik melalui kinerja yang berkelanjutan.


“Penghargaan ini mencerminkan upaya KAI Divre II Sumatera Barat dalam menghadirkan layanan perkeretaapian yang aman, selamat, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat. Budaya perusahaan yang kuat menjadi fondasi dalam menjaga kualitas layanan,” jelas Reza.


Ia menambahkan bahwa pencapaian ini juga menjadi momentum untuk memperkuat komunikasi publik dan keterbukaan informasi.

“Kami akan terus meningkatkan peran kehumasan dalam menyampaikan informasi yang akurat, transparan, dan edukatif, sekaligus mengajak masyarakat dan pemangku kepentingan untuk bersama-sama mendukung keselamatan dan keamanan perjalanan kereta api,” tutupnya.


Salam

Reza Shahab

Kepala Humas KAI Divre II Sumbar

Jumat, 30 Januari 2026

*Komitmen Berkelanjutan, KAI Divre II Sumbar Bersama KAI Properti Sapa Sekolah Terdampak Bencana Banjir di Batang Anai*

 


HANTAMNEWS, Padang, (SUMBAR)|- Sebagai bentuk nyata komitmen berkelanjutan dalam menjalankan tanggung jawab sosial perusahaan, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat bersama PT KA Properti Manajemen (KAI Properti) kembali hadir di tengah masyarakat yang terdampak bencana banjir di wilayah Kabupaten Padang Pariaman. Kehadiran ini menjadi bagian dari upaya KAI Group untuk terus memberikan manfaat, tidak hanya melalui layanan transportasi, tetapi juga melalui kepedulian sosial yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.


Kegiatan kepedulian sosial tersebut dilaksanakan di Sekolah Dasar Negeri 5 Batang Anai yang berlokasi di Sungai Buluh, Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman. Sekolah ini merupakan salah satu fasilitas pendidikan yang terdampak banjir dan membutuhkan dukungan untuk kembali menjalankan aktivitas belajar mengajar secara optimal. Dalam kesempatan ini, KAI Divre II Sumbar bersama KAI Properti menyalurkan bantuan berupa perlengkapan sekolah seperti buku tulis, pena, pensil, serta berbagai kebutuhan belajar lainnya. Selain itu, bantuan fasilitas sekolah berupa kipas angin juga diberikan sebagai upaya mendukung kenyamanan dan kelancaran proses pembelajaran pascabencana.


Tidak hanya menyalurkan bantuan secara simbolis, tim KAI Divre II Sumbar dan KAI Properti juga melakukan kegiatan Trauma Healing dengan para siswa melalui berbagai kegiatan edukatif dan hiburan ringan. Anak-anak diajak bermain games edukatif, berinteraksi, dan bercengkerama bersama guna menghadirkan keceriaan serta membangkitkan kembali semangat belajar mereka setelah terdampak bencana. Suasana hangat dan penuh keakraban pun tercipta selama kegiatan berlangsung.


Di sela kegiatan tersebut, tim juga memberikan edukasi seputar dunia perkeretaapian kepada para siswa. Edukasi ini meliputi pengenalan profesi di lingkungan PT Kereta Api Indonesia serta sosialisasi keselamatan dan keamanan perjalanan kereta api. Melalui pendekatan yang sederhana dan mudah dipahami anak-anak, edukasi ini diharapkan dapat menanamkan kesadaran keselamatan sejak dini sekaligus menumbuhkan rasa cinta terhadap transportasi publik, khususnya kereta api.


Kepala Humas KAI Divre II Sumatera Barat, Reza Shahab menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud kepedulian KAI terhadap dunia pendidikan, terutama bagi sekolah-sekolah yang terdampak bencana alam.


“Kami tidak hanya berfokus pada penyediaan layanan transportasi yang aman dan andal, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial untuk hadir di tengah masyarakat. Melalui kegiatan ini, kami berharap dapat membantu meringankan beban sekolah sekaligus memulihkan semangat belajar anak-anak pascabanjir,” ujar Reza.


Lebih lanjut, Reza menambahkan bahwa edukasi keselamatan perkeretaapian yang diberikan sejak dini memiliki peran penting dalam membentuk budaya sadar keselamatan di tengah masyarakat.


“Kami ingin menanamkan pemahaman kepada anak-anak bahwa keselamatan dan keamanan perjalanan kereta api merupakan tanggung jawab bersama. Selain itu, pengenalan berbagai profesi di dunia perkeretaapian juga kami harapkan dapat menjadi inspirasi dan membuka wawasan generasi muda tentang cita-cita dan masa depan mereka,” tambahnya.


Melalui program kegiatan ini, KAI Divre II Sumatera Barat bersama KAPM menegaskan komitmennya untuk terus hadir, tumbuh, dan berkontribusi bersama masyarakat. KAI berharap upaya ini dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan, khususnya dalam mendukung pemulihan pascabencana serta peningkatan kualitas pendidikan di wilayah Sumatera Barat.


Salam hangat,

Kepala Humas KAI Divre II Sumbar

Reza Shahab

Kamis, 29 Januari 2026

*Melalui Angkutan Rombongan, KAI Divre II Ajak Anak TK Belajar Transportasi Publik*

 


HANTAMNEWS, Padang, (SUMBAR)|- Sebagai upaya menanamkan kecintaan terhadap transportasi publik sejak usia dini, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat menyelenggarakan kegiatan Edukasi Transportasi Kereta Api bagi anak-anak Taman Kanak-kanak di Stasiun Padang, Kamis (29/1).


Kegiatan ini diikuti oleh 54 siswa/i dari TK Bina Karakter dan Bhayangkari Pariaman. Para peserta mendapatkan pengalaman langsung mengenal dunia perkeretaapian di lingkungan stasiun, sekaligus memahami peran kereta api sebagai moda transportasi publik yang aman, nyaman, dan ramah lingkungan.


Dalam rangkaian kegiatan tersebut, anak-anak diperkenalkan dengan berbagai profesi petugas KAI, fasilitas stasiun, tata cara pemesanan tiket, proses boarding penumpang, hingga praktik naik ke atas kereta api. Seluruh materi disampaikan secara interaktif dan menyenangkan agar mudah dipahami serta memberikan pengalaman edukatif yang berkesan.

Selain kegiatan edukasi di stasiun, KAI Divre II Sumatera Barat juga memfasilitasi perjalanan wisata edukatif menggunakan KA Pariaman Ekspres dengan relasi Stasiun Pariaman–Stasiun Padang (PP), sehingga anak-anak dapat merasakan langsung pengalaman bepergian menggunakan kereta api.


Kepala Humas KAI Divre II Sumatera Barat, Reza Shahab menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang untuk mengenalkan transportasi publik kepada anak-anak sejak dini melalui pendekatan pembelajaran yang aplikatif.


“Melalui edukasi ini, anak-anak tidak hanya mengenal profesi petugas KAI dan sistem perkeretaapian di Sumatera Barat, tetapi juga memahami proses perjalanan kereta api secara langsung. Sebagai bentuk apresiasi, peserta juga menerima souvenir dari KAI,” ujar Reza.


Sebagai informasi, KAI Divre II Sumatera Barat membuka kesempatan bagi masyarakat maupun lembaga pendidikan yang ingin mengajukan perjalanan rombongan KA Lokal sekaligus kegiatan edukasi transportasi.

Berikut ketentuan bagi masyarakat atau lembaga pendidikan yang ingin mengajukan perjalanan rombongan KA Lokal dan kegiatan edukasi bersama KAI Divre II Sumatera Barat sbb:

a. Rombongan minimal berjumlah 20 orang.

b. Surat permohonan diajukan mulai 14 hari hingga selambat-lambatnya 8 hari sebelum jadwal keberangkatan.

c. Surat permohonan berisi:

 - Nama rombongan

 - Nama perwakilan dan nomor HP yang dapat dihubungi

 - Jumlah anggota rombongan

 - Daftar nama dan nomor identitas/NIK

 - Jadwal keberangkatan (hari, tanggal, dan jam)

 - Relasi perjalanan

d. Tiket wajib bagi penumpang berusia 3 tahun ke atas dan disertai nomor identitas/NIK.

e. Anak di bawah usia 3 tahun yang ingin duduk sendiri wajib memiliki tiket.

f. Pembayaran dilakukan melalui nomor virtual account.

g. Setelah pembayaran lunas, akan dibuatkan berita acara kesepakatan.

h. Pembatalan, pengembalian biaya, perubahan jadwal, dan perubahan jumlah penumpang tidak diperkenankan setelah pembayaran dilakukan.

i. Rombongan wajib hadir minimal 30 menit sebelum jadwal keberangkatan.

j. Petugas loket akan menghubungi perwakilan rombongan jika tiket telah selesai dicetak.

k. Seluruh peserta wajib mematuhi aturan yang berlaku di PT KAI (Persero).


Melalui kegiatan ini, KAI Divre II Sumatera Barat berharap dapat menumbuhkan rasa cinta terhadap transportasi publik sejak dini serta memperkenalkan pentingnya peran transportasi kereta api dan udara dalam mendukung mobilitas masyarakat yang aman, efisien, dan berkelanjutan.

“Kami berharap kegiatan ini menjadi pengalaman berharga bagi anak-anak dan dapat menumbuhkan kebiasaan positif dalam menggunakan transportasi publik hingga mereka dewasa nanti,” tutup Reza.

Rabu, 28 Januari 2026

*Tingkatkan Keselamatan Menjelang Lebaran, KAI Divre II Sumbar Lakukan Cek Lintas Kuraitaji-Cimparuh*

 


HANTAMNEWS, Padang, (SUMBAR)|- Sebagai bentuk komitmen dalam menjamin keselamatan operasional kereta api dan upaya pencegahan terhadap potensi terjadinya kecelakaan khususnya menjelang Idul Fitri tahun 2026, KAI Divre II Sumbar melaksanakan kegiatan cek lintas petak jalan Stasiun Kuraitaji-Cimparuh, Rabu (28/1).


Kepala KAI Divre II Sumbar, Muh Tri Setyawan dalam arahannya saat safety breafing sebelum dimulainya kegiatan, menekankan pentingnya kewaspadaan, kepatuhan terhadap SOP, serta penguatan budaya keselamatan kerja, khususnya di wilayah operasional yang memiliki potensi risiko akibat kondisi alam dan cuaca ekstrem serta menginstruksikan kepada seluruh jajaran terkait untuk melakukan pengisian formulir Identifikasi dan Penanganan Risiko (IBPR) dan segera menindaklanjuti catatan yang ada selama pelaksanaan kegiatan berlangsung.


Dalam kegiatan tersebut, jajaran manajemen KAI Divre II Sumbar melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi rel, bantalan, ballast, wesel, sistem persinyalan, keamanan emplasemen, aset PT KAI, lokasi dan kondisi perlintasan, serta sistem drainase di sepanjang jalur khususnya yang berpotensi banjir.


Sementara itu, Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab menyampaikan bahwa kegiatan pemeriksaan seperti ini dilaksanakan, tidak hanya pada moment tertentu saja seperti menjelang lebaran saat ini. Namun, kegiatan ini merupakan salah satu program rutin yang dilakukan dengan tujuan untuk mengidentifikasi setiap potensi bahaya dan memitigasi resiko yang ada di lapangan serta meningkatkan keamanan operasional KA demi mewujudkan komitmen KAI Divre II Sumbar dalam menciptakan perjalanan KA yang aman dan nyaman.

Pada kesempatan yang sama, juga dilakukan sosialisasi keselamatan di perlintasan sebidang kereta api resmi tidak terjaga dan masyarakat yang berada di sekitar jalur KA.


"Sebanyak 28 perjalanan KA penumpang dan 24 perjalanan KA Barang (Klinker/Semen) yang di operasikan Divre II Sumbar setiap harinya, kami menghimbau kepada seluruh pengguna jalan raya yang hendak melewati perlintasan kereta api khususnya di wilayah operasional Divre II Sumbar agar tetap selalu waspada, tengok kanan kiri sehingga tidak terjadi hal-hal yang tak diinginkan," ujar Reza.


Reza menegaskan, bagi pengguna jalan yang tidak mematuhi rambu lalu lintas seperti menerobos palang pintu kereta api, mengabaikan semboyan 35 (Klakson) serta rambu-rambu lainnya merupakan tindak pidana lalu lintas. 


Pengguna jalan wajib mendahulukan perjalanan kereta api, rambu-rambu atau sinyal peringatan harus dipatuhi sebagai tanda bahwa kereta api akan segera melintas, apabila masih terjadi pelanggaran, KAI Divre II Sumbar bisa menuntut ganti rugi kepada pihak-pihak yang mengakibatkan terjadinya kecelakaan lalu lintas. 


Reza menekankan pentingnya kepatuhan terhadap rambu-rambu lalu lintas, termasuk penggunaan helm bagi pengendara roda dua dan prioritas bagi perjalanan kereta api. Pelanggaran di perlintasan sebidang KA tidak hanya membahayakan nyawa, tetapi juga melanggar hukum sebagaimana diatur dalam UU No. 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian dan UU No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.


“Semoga dengan adanya kesadaran dari semua pihak, kita bersama-sama dapat meminimalisir terjadinya kecelakaan lalu lintas di perlintasan sebidang KA khususnya di wilayah operasional Divre II Sumbar”, ungkap Reza.


Diakhiri kegiatan dilaksanakan safety talk guna mengevaluasi hasil pemeriksaan lintas dan memastikan tindaklanjut terhadap catatan yang ada di lapangan.


Kegiatan cek lintas ini merupakan bagian dari rangkaian kesiapan operasional KAI Divre II Sumbar dalam menghadapi masa Angkutan Lebaran 2026, di mana terjadi peningkatan mobilitas masyarakat. “Melalui pemeriksaan lintas secara langsung di lapangan, KAI memastikan seluruh prasarana perkeretaapian berada dalam kondisi andal dan siap mendukung kelancaran perjalanan KA,” kata Reza.


Selain aspek teknis prasarana, KAI Divre II Sumbar juga menempatkan faktor keselamatan sebagai prioritas utama dengan memperkuat budaya keselamatan (safety culture) bagi seluruh insan KAI, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya disiplin berlalu lintas di perlintasan sebidang kereta api. Sinergi antara kesiapan infrastruktur, kepatuhan prosedur operasional, dan partisipasi aktif masyarakat diharapkan mampu menciptakan perjalanan kereta api yang selamat, aman, dan lancar.


“Dengan berbagai upaya preventif yang dilakukan secara berkelanjutan, KAI Divre II Sumbar berkomitmen untuk memberikan pelayanan transportasi kereta api yang mengutamakan keselamatan, keandalan, serta kenyamanan bagi seluruh pelanggan dan masyarakat pengguna jalan,”. tutup Reza.


Salam, 

Kepala Humas KAI Divre II Sumbar

Reza Shahab

Selasa, 27 Januari 2026

*Tak Perlu Panik, Ini Cara Melapor Barang Hilang di Kereta dan Stasiun KAI Divre II Sumbar*

 


HANTAMNEWS, padang, (SUMBAR)|- Dalam upaya memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan setia kereta api, khususnya menjelang masa libur sekolah dan Lebaran Idul Fitri tahun 2026, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat terus memperkuat kualitas layanan penumpang. Salah satunya melalui optimalisasi layanan _Lost and Found_ bagi pelanggan yang mengalami kehilangan barang di dalam kereta api maupun di area stasiun.


Layanan ini merupakan bentuk komitmen KAI dalam memberikan rasa aman dan nyaman kepada pelanggan, tidak hanya selama perjalanan berlangsung, tetapi juga terhadap keamanan barang bawaan yang menjadi bagian penting dari kenyamanan perjalanan.


Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab menyampaikan bahwa sepanjang tahun 2024 tercatat sebanyak 13 kasus penemuan barang tertinggal dengan estimasi nilai mencapai Rp36,65 juta. Sementara pada tahun 2025, jumlah tersebut meningkat menjadi 17 kasus dengan total nilai barang sekitar Rp46,15 juta. Seluruh barang yang ditemukan tersebut berhasil dikembalikan kepada pemiliknya masing-masing.


“Barang yang tertinggal sangat bervariasi, mulai dari tas, perangkat elektronik, dompet, hingga perhiasan. KAI berkomitmen penuh untuk menjaga dan mengembalikan setiap barang temuan kepada pemilik yang berhak,” ujar Reza.


KAI mengajak seluruh pelanggan untuk selalu meningkatkan kewaspadaan dengan memastikan tidak ada barang pribadi yang tertinggal saat turun dari kereta. Apabila kehilangan tetap terjadi, pelanggan dapat segera melaporkannya kepada kondektur, petugas Polsuska, maupun melalui Contact Center KAI 121.


Lebih lanjut Reza menjelaskan, setiap barang temuan akan diumumkan melalui pengeras suara di stasiun. Jika hingga waktu tertentu belum diambil oleh pemiliknya, barang tersebut akan diamankan di pos pengamanan stasiun, diberi label identitas, serta dicatat dalam Database _Lost and Found_ KAI yang terintegrasi secara daring antarstasiun.


“Melalui sistem yang terintegrasi ini, pelanggan dapat melakukan pelaporan dan pengecekan barang hilang di seluruh wilayah stasiun KAI, sehingga proses pencarian menjadi lebih mudah dan efektif,” jelas Reza.


KAI juga kembali mengingatkan agar pelanggan membawa barang secukupnya serta melakukan pengecekan ulang pada area tempat duduk dan bagasi sebelum meninggalkan kereta api.


“Harapannya, setiap perjalanan menggunakan kereta api dapat berlangsung aman, nyaman, dan menyenangkan, sehingga seluruh pelanggan tiba di tujuan dengan selamat serta barang bawaan yang lengkap,” tutup Reza.


Salam hangat,

Kepala Humas KAI Divre II Sumbar

Reza Shahab

Senin, 26 Januari 2026

*Walking Train Sawahlunto 2026, Peran KAI Divre II Sumatera Barat Dukung Pariwisata Warisan Dunia*

 


HANTAMNEWS, Padang, (SUMBAR)|- PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat turut menyukseskan kegiatan Walking Train Kota Tua Sawahlunto 2026: Napak Tilas Jalur Kereta Api Warisan Dunia, sebagai bentuk komitmen KAI dalam mendukung pelestarian sejarah perkeretaapian sekaligus pengembangan pariwisata berbasis warisan budaya di Sumatera Barat.


Kegiatan yang dilaksanakan pada Minggu, 25 Januari 2026 ini menjadi momentum strategis dalam memperkuat daya tarik wisata sejarah Kota Sawahlunto.


Walking Train Sawahlunto 2026 inisiasi dari Komunitas Pecinta Kereta Api Sumatrain ini dibuka oleh Plt. Kepala Dinas Kebudayaan Kota Sawahlunto, Drs Irzam K. MM dan didukung oleh  PT KAI Divre II Sumatera Barat, Dinas Kebudayaan Kota Sawahlunto, PT Bukit Asam UPO, Ikatan Uda Uni Sawahlunto dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.


Sebagai operator perkeretaapian nasional, KAI Divre II Sumatera Barat mendukung penuh pelaksanaan kegiatan ini sebagai bagian dari upaya memperkenalkan sejarah jalur kereta api Sawahlunto yang memiliki peran penting dalam perkembangan pertambangan batubara di masa lalu dan telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Dunia oleh UNESCO.


Rangkaian kegiatan Walking Train diawali dengan kunjungan ke Museum Gudang Ransum Sawahlunto, dilanjutkan dengan penelusuran berbagai situs bersejarah perkeretaapian di Kota Sawahlunto, seperti Lokomotif Uap Mak Itam yang terparkir di kawasan Museum Kereta Api Sawahlunto, hingga Terowongan Lubang Kalam. Jalur tersebut merupakan saksi sejarah peran kereta api dalam mendukung aktivitas tambang dan pembangunan kota Sawahlunto.


Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 70 peserta yang berasal dari berbagai kabupaten dan kota di Sumatera Barat. Antusiasme peserta menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap wisata sejarah dan edukasi perkeretaapian.


Kepala Humas PT KAI Divre II Sumatera Barat, Reza Shahab menyampaikan bahwa partisipasi KAI dalam kegiatan ini tidak hanya sebatas dukungan terhadap pelestarian sejarah, namun juga merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam meningkatkan keselamatan dan kualitas pelayanan kepada masyarakat.


“KAI Divre II Sumatera Barat berkomitmen untuk terus menghadirkan layanan perkeretaapian yang aman, andal, dan berorientasi pada pelayanan prima. Melalui kegiatan Walking Train ini, kami juga ingin mengajak masyarakat untuk bersama-sama meningkatkan kepedulian terhadap keselamatan perkeretaapian, khususnya di sekitar jalur dan aset perkeretaapian” ujar Reza.


Melalui keterlibatannya dalam Walking Train Sawahlunto 2026, KAI Divre II Sumatera Barat berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga aset sejarah perkeretaapian, sekaligus memberikan dampak positif bagi pengembangan pariwisata dan perekonomian lokal Kota Sawahlunto.


“Kami akan terus bersinergi dengan pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan guna mendukung pengembangan pariwisata berbasis sejarah, sekaligus memastikan operasional perkeretaapian berjalan dengan mengedepankan aspek keselamatan, keamanan, dan kenyamanan pelanggan,”tutup Reza.


Salam

Kepala Humas KAI Divre II Sumbar

Reza Shahab

Kamis, 22 Januari 2026

*Awal Tahun 2026, KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Masyarakat Tingkatkan Keselamatan di Perlintasan Sebidang KA*

 


HANTAMNEWS, Padang, (SUMBAR)|- Mengawali tahun 2026, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat kembali menegaskan komitmennya dalam meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api dan pengguna jalan, khususnya di perlintasan sebidang. Upaya ini dilakukan melalui kegiatan edukasi keselamatan dan kepedulian sosial sebagai langkah preventif untuk menekan potensi kecelakaan.


Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab menyampaikan bahwa pada awal tahun 2026 KAI Divre II Sumbar telah melaksanakan sosialisasi keselamatan di empat titik perlintasan sebidang, yaitu perlintasan Km 11+500 petak jalan Padang–Tabing, perlintasan Km 42+8/9, Km 43+800, serta Km 45+5/6 petak jalan Stasiun Lubuk AlungStasiun Kayutanam.


Sosialisasi dilakukan secara langsung dengan memberikan imbauan kepada pengguna jalan menggunakan pengeras suara, membentangkan spanduk keselamatan, serta membagikan stiker dan suvenir berisi pesan keselamatan. Kegiatan ini bertujuan mengingatkan masyarakat agar selalu mendahulukan perjalanan kereta api dan meningkatkan kewaspadaan saat melintasi perlintasan sebidang.


Selain edukasi keselamatan, KAI Divre II Sumbar juga menunjukkan kepedulian sosial dengan menyalurkan bantuan sembako kepada para penjaga perlintasan, termasuk penjaga perlintasan sukarela dari masyarakat yang selama ini berperan membantu pengamanan di lokasi perlintasan.


Reza menjelaskan, sepanjang tahun 2025 KAI Divre II Sumbar telah melaksanakan 128 kali kegiatan sosialisasi keselamatan berlalu lintas, baik di perlintasan sebidang KA maupun di sekolah-sekolah yang berada di sekitar wilayah operasional. Memasuki tahun 2026, kegiatan sosialisasi perlintasan sebidang dilaksanakan secara rutin setiap minggu di titik perlintasan yang berbeda.


“Kami terus memperkuat upaya pencegahan kecelakaan di perlintasan sebidang. Palang pintu merupakan salah satu alat pendukung keselamatan, sebagaimana rambu peringatan lainnya seperti rambu berhenti, tengok kanan kiri, papan himbauan hati-hati saat melintasi perlintasan/dahulukan kereta api, semboyan 40 atau klakson masinis ataupun rambu keselamatan lainnya. Namun, semua itu akan jauh lebih efektif jika didukung dengan kedisiplinan dan kepatuhan pengguna jalan,” ujar Reza.


Ia menegaskan bahwa keselamatan di perlintasan sebidang merupakan tanggung jawab bersama. KAI Divre II Sumbar juga menyayangkan insiden temperan di perlintasan sebidang di wilayah kota Cirebon yang mengakibatkan awak kereta api mengalami luka-luka.


“Insiden tersebut menjadi pengingat bahwa pelanggaran di perlintasan sebidang dapat berdampak fatal, tidak hanya bagi pengguna jalan, tetapi juga membahayakan keselamatan awak kereta api yang sedang bertugas. KAI mengecam segala bentuk pelanggaran yang mengabaikan aturan keselamatan,” tegasnya.


Reza menambahkan, perlintasan sebidang merupakan perpotongan antara jalur kereta api dan jalan raya yang muncul akibat meningkatnya mobilitas masyarakat dan jumlah kendaraan. Kondisi tersebut menuntut kewaspadaan dan kepatuhan penuh terhadap rambu lalu lintas, termasuk penggunaan helm bagi pengendara roda dua serta kewajiban mendahulukan perjalanan kereta api.


Pelanggaran di perlintasan sebidang KA tidak hanya membahayakan keselamatan, tetapi juga melanggar hukum sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian dan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.


“Kunci keselamatan adalah disiplin dan kesadaran. Kami mengajak masyarakat untuk selalu berhenti, tengok kiri dan kanan, serta memastikan kondisi aman sebelum melintasi jalur kereta api,” tutup Reza.


KAI Divre II Sumbar berkomitmen untuk terus meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api dan pengguna jalan melalui edukasi berkelanjutan dan penguatan koordinasi dengan pemerintah daerah, BTP, dan seluruh pemangku kepentingan terkait.


KAI Divre II Sumbar juga mengapresiasi peran serta masyarakat dan instansi yang mendukung upaya keselamatan perkeretaapian. Apabila menemukan potensi bahaya atau aktivitas mencurigakan di jalur kereta api, masyarakat dapat melaporkannya melalui stasiun terdekat atau Contact Center KAI 121, WhatsApp 08111-2111-121, email cs@kai.id, serta media sosial KAI121.


Salam 

Reza Shahab

Kepala Humas KAI Divre II Sumatera Barat

Senin, 19 Januari 2026

*Peringati Bulan K3 Nasional 2026, KAI Divre II Sumbar Tegaskan Komitmen Budaya Keselamatan*

 


HANTAMNEWS, Padang, (SUMBAR)|- Sebagai wujud komitmen dalam memperkuat budaya keselamatan kerja, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat menggelar apel peringatan Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional Tahun 2026 pada Senin (19/1) di Halaman Kantor Divre II Sumbar.


Apel tersebut diikuti oleh seluruh jajaran Manajemen Divre II Sumbar, para pekerja, serta perwakilan anak perusahaan di lingkungan KAI.


Dalam amanatnya, Manager Sarana KAI Divre II Sumbar, Nurdin Abusirin. menyampaikan pesan Direktur Utama KAI, Bobby Rasidin yang menekankan bahwa peringatan Bulan K3 Nasional merupakan momentum penting untuk kembali memperkuat kesadaran bahwa penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja merupakan tanggung jawab bersama seluruh insan KAI.

Lima Kunci Keselamatan yang telah dicanangkan perusahaan bukan sekadar slogan, melainkan harus dipahami, diyakini, dan dilaksanakan secara konsisten dalam setiap aktivitas kerja. Kita berangkat bekerja dengan selamat, bekerja dengan selamat, dan kembali ke rumah dengan selamat,” ujarnya.


Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penyerahan secara simbolis Bendera K3, Kebijakan HSSE, serta Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja sebagai bentuk penguatan komitmen terhadap budaya keselamatan di lingkungan kerja.


Pada kesempatan yang sama, Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab menambahkan bahwa peringatan Bulan K3 Nasional ini tidak hanya menjadi seremonial tahunan, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata di lapangan.


“Keselamatan merupakan prioritas utama dalam setiap aspek operasional KAI. Melalui momentum Bulan K3 ini, kami terus memperkuat budaya kerja yang mengutamakan keselamatan, baik bagi pekerja maupun bagi para pelanggan. Seluruh insan KAI Divre II Sumbar berkomitmen menjalankan prosedur kerja sesuai standar keselamatan yang telah ditetapkan,” ujar Reza.


Lebih lanjut Reza menegaskan bahwa penerapan keselamatan yang optimal akan berjalan seiring dengan peningkatan kualitas layanan kepada penumpang.


“Kami meyakini bahwa layanan yang prima hanya dapat terwujud apabila didukung oleh operasional yang aman dan andal. Oleh karena itu, KAI Divre II Sumbar akan terus melakukan berbagai upaya peningkatan, mulai dari perawatan sarana dan prasarana, penguatan kompetensi SDM, hingga penyempurnaan standar pelayanan bagi pelanggan,” tambahnya.


Melalui peringatan Bulan K3 Nasional Tahun 2026 ini, KAI Divre II Sumbar juga menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kesadaran, kepedulian, dan kepatuhan seluruh insan KAI terhadap penerapan aspek keselamatan dan kesehatan kerja.


Komitmen tersebut diharapkan dapat semakin memperkuat budaya keselamatan, sehingga mampu mendukung kelancaran operasional perkeretaapian yang aman, andal, dan berkesinambungan.


KAI Divre II Sumbar meyakini bahwa dengan penerapan K3 yang konsisten dan menyeluruh, pelayanan transportasi kereta api kepada masyarakat dapat terus berjalan optimal dengan mengutamakan keselamatan sebagai prioritas utama.


“Semoga melalui peringatan Bulan K3 Nasional Tahun 2026 ini, kesadaran akan pentingnya keselamatan dan kesehatan kerja semakin meningkat, sehingga operasional kereta api dapat berjalan dengan lebih aman, lancar, dan nyaman bagi seluruh masyarakat pengguna jasa kereta api,” tutup Reza.


Salam

Reza Shahab 

Kepala Humas KAI Divre II Sumatera Barat

Ad Placement

Intermezzo

Travel

Teknologi